Cacing Tanah Penghalau Penyakit
Ling Ling (24 tahun) Agustus lalu mengalami demam
disertai suhu badan yang tinggi. Ia diduga terkena tifus. Oleh
Sinse David Sungahandra ia diberi ramuan berupa 10 gram estrak
cacing tanah, direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 2 gelas,
yang harus diminum tiga kali selama dua hari. Setelah itu, Ling
Ling pun membaik.
Pengalaman mengonsumsi cacing tanah juga dialami
Wati, warga Kuningan, Jawa Barat. Wati mengalami sesak napas
berkepanjangan. Lewat seorang terapis di kotanya, Wati dianjurkan
mengunyah cacing tanah kering. Setelah mengonsumsi 5 gram estrak
cacing tanah kering setiap hari selama seminggu. Wati tak lagi
mengalami gangguan pernapasan. Lain halnya dengan Arief. Pasien
Sinse David inipun mengonsumsi kapsul esktrak cacing tanah selama
1 bulan. Arief yang notabenenya tergolong kurus itu, selama
sebulan mengonsumsi kapsul estrak cacing tanah, berat badannya
naik 2 kg.Bagi sebagian orang, cacing tanah menjijikkan. Hewan
ini biasa hidup di tempat kotor dan berlendir. Namun, di balik
tubuhnya yang berlendir, cacing menyimpan berbagai khasiat.Menurut
Dr. Kiswojo, konsultan PT Saras Subur Ayoe, pemasok obat tradisional
Cina, pada manusia, cacing bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan
tubuh dan obat bagi banyak jenis penyakit. Selain dapat pula
digunakan sebagai bahan kosmetika.Sumber Protein
Di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Hongaria, dan Filipina,
cacing dipakai sebagai bahan campuran biskuit dan minuman penyegar.
Hewan ini juga digunakan sebagai obat seperti antipyrn, antipyretic,
dan antidote. Sejumlah zat yang bermanfaat bagi manusia memang
terkandung di dalamnya.Menurut Bambang Sudiarto, peneliti dari
Lembaga Ekologi Universitas Padjajaran Bandung, cacing adalah
sumber protein sangat tinggi, sekitar 76 persen. Itu berarti
lebih tinggi dibanding daging yang hanya 65 persen, dan kacang
kedelai yang hanya 45 persen.Ditambahkan, cacing tanah juga
mengandung 15 jenis asam amino esensial dengan kadar yang sangat
tinggi. Zat ini biasa digunakan untuk menyempitkan atau melebarkan
pembuluh darah.
Penelitian lainnya, pharetima mengandung mineral dan sejumlah
asam anorganik. Selain itu, binatang ini juga mengandung lumbrofebrin,
lumbritin, terre strolumbrolysin, xanthine, adenine dan hypoxabthine.Lebih
lanjut Dr. Kiswojo menjelaskan, penelitian laboratorik menunjukkan
pheretima mempunyai khasiat terhadap sistem saraf (menenangkan,
menghilangkan kejang, menurunkan panas, menghentikan nyeri),
terhadap sistem kardiovaskular (menurunkan tekanan darah, menormalkan
denyut jantung yang tidak teratur), terhadap sistem imunologi
(meningkatkan daya imun), melebarkan saluran pernapasan (sebagai
bronchodilatator), terhadap sirkulasi darah (mencegah pembentukan
trombus, mencegah pembekuan darah, menghancurkan trombus), atitumor
(ekstrak pheretima 912), merangsang otot polos uterus, membunuh
sperma binatang percobaan.Cacing tanah di dunia telah terindentifikasi
sebanyak 1.800 spesies.
Dari jumlah tersebut, ada dua spesies, yaitu Lumbricus rubellus
(dikenal dengan cacing eropa atau introduksi) dan Pheretima
aspergillum (dikenal dengan nama cacing kalung atau dilong)
yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.Suatu ketika,
Anda pergi ke toko obat Cina untuk mencari obat demam atau tifus,
Anda akan disarankan menggunakan cacing tanah kering atau direbus
dan diminum airnya. Kalau tidak suka dengan baunya yang cukup
menyengat, bisa memakan dalam bentuk kering yang sudah dimasukkan
ke dalam kapsul. Biasanya, cacing tanah kering itu adlaah jenis
Pheretima aspergillum.Sembuhkan tifus
Demam dapat terjadi karena peningkatan titik patokan suhu di
hipotalamus. Jika sel tubuh terluka oleh rangsangan pirogen
seperti bakteri, virus, atau parasit, membran sel yang tersusun
oleh fosfolipid akan rusak. Salah sati komponen asam lemak fosfolipid,
yaitu asam arakidonat, akan terputus dari ikatan molekul fosfolipid.Asam
arakidonat akan membentuk prostaglandin dengan bantuan enzim
siklooksigenase. Prostaglandin inilah yang merangsang hipotalamus
untuk meningkatkan suhu tubuh. Gejala demam dapat diatasi dengan
obat antipiretik.Cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai antipiretik.
Komponen kimia cacing tanah tidak menimbulkan efek toksik bagi
manusia sehingga aman dikonsumsi. Pengujian ekstrak cacing tanah
untuk melihat aktivitasnya sebagai antipiretik dilakukan menggunakan
hewan percobaan tikus putih yang didemamkan dengan penyuntikan
vaksin campak.Suhu normal tikus putih mirip dengan manusia,
yaitu berkisar antara 35,9 hingga 37,5 derajat Celcius.
Tikus putih yang sudah demam diobati dengan ekstrak cacing tanah
dan parasetamol sebagai kontrol. Setelah didemamkan suhu tubuh
tikus putih diukur dengan diamati pergerakan suhunya.Kelompok
tikus putih yang tidak diberi pengobatan meningkat suhunya hingga
perbedaannya rata-rata 1,8 derajat Celcius dari suhu normalnya.
Sementara itu, yang diberi ekstrak cacing tanah hanya meningkat
sedikit suhunya hingga perbedaannya 0,8 derajat Celcius.Hal
ini menunjukkan bahwa kenaikan suhu tikus putih yang didemamkan
dapat ditahan oleh ekstrak cacing tanah. Bahkan, ketika telah
dipisahkan senyawa aktifnya secara kasar, kenaikan suhu tikus
putih yang didemamkan dapat ditahan hingga 0,4 derajat Celcius
saja.Seperti diberitakan harian Bernas Yogyakarta (22/9), ekstrak
cacing tanah digunakan masyarakat Magelang Jawa Tengah, sebagai
jamu antitifus. Ketika Anda melintasi Jalan Mertoyudan, Magelang,
akan terlihat papan-papan kecil bergelantungan di pinggir jalan
sebelum tikungan menuju objek wisata Kyai Langgeng dari arah
Yogyakarta.Pada papan-papan tersebut tertulis jamu tipus (maksudnya
tifus). Rumah-rumah warga yang memasang tulisan itu menjual
jamu untuk mengobati penyakit tifus, infeksi pada usus karena
kuman Salmonella typhi.Jangan dibayangkan jamu yang dijual dalam
bentuk ramuan kering itu terdiri dari ramuan kencur, daun pepaya,
kunyit, beras atau empon-empon. Ternyata jamu tifus terbuat
dari ramuan cacing tanah dan campuran beberapa tanaman obat,
seperti daun keji beling, daun pandan, dan daun krokot.Cara
membuatnya, daun-daunan maupun cacing dikeringkan terpisah dengan
cara dioven. Setelah kering, dicampur jadi satu lalu diblender
hingga halus. Bubuk hasil blenderan siap diminum dengan campuran
madu.
ITHOHP /SN-0412
UPDATED MINGGU 30 JANUARI 2005 07:00 WIB
Informasi pembelian produk diatas: Sales
& Markeing Indosehat

ARTIKEL LAIN cacing
tanah sebagai obat bukan cuma mitos
cacing tanah dalam pengobatan tradisional
china
mengenal si naga
tanah
|